Pages

Selasa, 25 Agustus 2009

1 PENGALAMAN LUCU SAAT RAMADHAN

Entah karena gagu atau apa...baru beberapa hari puasa sudah ada pengalaman-pengalaman lucu...pertama saat akan tarwih di mesjid..awalnya mah pede aja pakai mukenah warna lain dari yang lain alias bukan putih..toh di makassar juga itu sudah jadi hal yang lagi ngetrend kok..emang dasar..karena tarwihnya di kampung..pas begitu masuk ke mesjid..ya Allah Only me yang lain ndiri..malunya coz semua jemaah pada ngeliatin...udah yang mukenahnya beda,paling mentereng diantara semuanya dan cuma satu-satunya lagi..ya apa mau dikata yang terjadi biarlah terjadi...hari tarwih berikutnya dan masih stay di kampung tercinta..penampilan udah nggak mencolok lagi coz udah pakai mukenah putih..ngajak adikku pula ke mesjid..eh saat sudah buru-burunya ternyata sendalnya nggak ada..jadilah kami heboh-heboh nyari sendal ampe-ampe diliatin ama orang-orang yang lewat..tapi tenang..lampunya redup kok so dijamin nggak ketahuan siapa orangnya..he..he...
Nah..cerita selanjutnya di makassar city..karena perkuliahan udah mulai so jadilah saya kembali ke makassar..lucunya nih waktu mau buka puasa..saat perut mulai minta haknya dan saat semua makanan udah terhidang di depan mata..tiba-tiba dari dalam kamar ada yang teriak adzan..spontanlah semua menyambar makanan yang ada..saya yang masih bingun cuma pergi mastiin tanya langsung ama teman yang dalam kamar..beneran udah adzan atau belum..wah usut punya usut ternyata dia salah denger...GUBRAK...dengan inisiatif sendiri akhirnya saya ngumumin kalo belum adzan..wah semua orang pada lari ke toilet...weleh-weleh cuma memberi kenikmatan sesaat katanya.he..he..Nah,cerita selanjutnya saat sahur tadi pagi..ternyata nasinya nggak masak..wah makan pakai apa nih...untung seorang teman dengan sigap masak nasi di kompor gas..eh lamaaaaa ditunggui jadinya kok malah bubur yah..itupun belum matang...karena udah mau imsak yah mau tidak mau jadilah nasi itu kita makan juga...urusan sakit perut dan mencret-mencret nanti belakangan...ya Allah...tapi semuanya terasa indah karena nggak sendiri (Dasar..susah kok ngajak-ngajak.he..he..)

Selasa, 11 Agustus 2009

0 ENAM PERTANYAAN IMAM AL-GHAZALI

Perbincangan dan disukusi penuh kehangatan seorang syaikh dengan murid-muridnya adalah hal yang biasa terlihat dalam sebuah halaqah atau masjid.
Seperti biasanya, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-murid kesayangannya. Ia begitu mencintai mereka dan mereka pun mencintainya. Di sela-sela kehangatan itulah Imam al-Ghazali mengajukan pertanyaan kepada mereka.
Pertama. “Wahai anak-anakku sekalian, apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?” tanyannya. Sebagian murid-muridnya ada yang menjawab, “Yang paling terdekat dengan diri kita di dunia ini adalah orang tua.” Sebagian ada yang menjawab, “teman.”Sebagiannya lagi, “guru.”Sebagian lagi,”keluarga.”
Imam Al-Ghazali kemudian menjelaskan, Wahai anak-anakku sekalian, jawaban itu benar. Tetapi, sesungguhnya yang paling dekat dengan kita adalah “kematian”. Sebab itu sudah janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Ali-Imran:185).
Lalu imam-Al-Ghazali meneruskan pertanyaan yang kedua. “Wahai anak-anakku sekalian, apa yang paling jauh dengan diri kita di dunia ini?” murid-muridnya ada yang menjawab, “Yang paling jauh dengan diri kita di dunia ini adalah negara Cina.” Sebagian ada yang menjawab, “bulan.” Sebagian menjawab, “matahari.”Sebagian menjawab,”bintang-bintang.”
Imam Al-Ghazali pun menjelaskan, Wahai anak-anakku sekalian,bahwa semua jawaban yang kalian berikan adalah benar. Tapi, yang paling benar adalah “masa lalu”. Bagaimana pun kita, apa pun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu, kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran agama. Besok telah menjadi hari ini, hari ini telah berubah menjadi kemarin. Masa depan telah berubah menjadi masa lalu, dan ia akan semakin jauh meninggalkan kita.”
Lalu imam-Al-Ghazali meneruskan pertanyaan yang ketiga. “Wahai anak-anakku sekalian, apa yang paling besar di dunia ini?” murid-muridnya ada yang menjawab,”gunung”. Sebagian menjawab “bumi’. Sebagian menjawab, “matahari.”
Imam Al-Ghazali menjelaskan, “Semua jawaban itu benar. Tapi, yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “nafsu”.sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada keburukan. Karena itu, kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.”
Imam Al-Ghazali kemudian melanjutkan pertanyaan yang keempat, “Apa yang paling berat di dunia ini?” Sebagian murid ada yang menjawab, “baja.” Sebagian menjawab, “besi.”Sebagian menjawab,”gajah.” Semua jawabankalian hampir benar,” kata Imam Al-Ghazali, tapi yang paling berat adalah “memegang amanah”. Allah telah menyebutkan ,“ Sesungguhnya kami telah menawarkan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, namun semua menolaknya, dan amah itu diterima oleh manusia, itulah bentuk kedzaliman dan kebodohan (Al-Ahzab: 72)”. Walau semua makhluk Allah menyatakan tidak sanggup, manusia dengan sombongnya menyanggupi perintah Allah, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.
Imam Al-Ghazali melanjutkan pertanyaan yang kelima, “Apa yang paling ringan di dunia ini?” Sebagian murid ada yang menjawab, “kapas.” Sebagian menjawab, “angin.”Sebagian menjawab,”debu.” Sebagian menjawab,”daun-daunan.” Semua itu benar,” kata Imam Al-Ghazali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah “meninggalkan shalat”. Gara-gara pekerjaan, kita tinggalkan shalat. Karena pertemuan kita tinggalkan shalat.”
Lantas, Imam Al-Ghazali pun melanjutkan pertanyaan keenam,” Wahai anak-anakku, sekarang pertanyaanku yang terakhir untuk kalian, apakah yang paling tajam di dunia ini?”
Murid-muridnya menjawab dengan serentak,”pedang.”Benar” kata Imam Al-Ghazali. Tapi, yang paling tajam adalah “lidah manusia” . Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaraya sendiri. Betapa banyak orang yang tergelincir hanya karena tak kuasa menjaga lidahnya.

0 BIJAK

By: Kito Tokari
Tuhan ...bimbing jalanku menuju kebijakan
Agar aku cukup dewasa menantang dunia
Bantu aku menjadi bijak
Agar tak ada sesalku dalam hidup
Tuntun aku dalam kebijakan
Agar tak ada yang tersakiti
Biarkan aku tenggelam dalam lautan kebijakan
Agar bijak itu mengalir diseluruh tubuhku
Bila bijak ada di lautan luas
Bimbing aku dengan perahu kesyukuran
Bila bijak itu ada di langit
Cukupkan aku dengan sayap keimanan
Dan bila kebijakan dalam hidupku menghilang
Ingatkan aku akan ujung kehidupan

Tuhan…bantu aku untuk menjadi bijak
Karena kini aku sadar…
Aku tak cukup bijak sebagai seorang manusia.

26 juni 2009
06:41 am

Minggu, 09 Agustus 2009

0 KAMUT HARI INI

Hari ini saya membaca postingan dari blog seorang kakak...maaf kalau copy paste tapi kata-kata dalam postingan itu bagi saya adalah sebuah kalimat yang sangat indah. Kamut(Kalimat mutiara) eh ada tendensi dari seseorang hingga harus ngaku kalo kepanjangan dari KAMUT itu adlah kalimat mutiara..sebenarnya sih kata mutiara...maaf lanjut...KAMUTnya berbunyi “Jika nafsu itu ada puncaknya, akan kukorbankan segalanya untuk mencapai puncak tersebut. Tapi sayang, nafsu itu tidak ada puncaknya, sehingga cukuplah saya bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah saya rasakan.”
Warna Teks

Sabtu, 08 Agustus 2009